Senin, 23 Mei 2011

SATU CAHAYA UNTUK SANG DANDELION -cerpen

Entah sudah berapa billion detik, kaki ini masih sering terpaku di tempat yang sama. Goresan jejak langkah kaki itu pun masih terekam jelas dalam mata kalbu ini. Pun dengan uraian kata terakhir itu, masih melekat indah dalam jelaga hati. Ingatan ku pun langsung menerawang menuju ke dimensi waktu yang tidak akan pernah bisa terurai dan terenskripsi lagi. Hanya ada sebuah tatapan nanar tanpa arti, yang akan mulai menari dan bergolak didalam ruang rindu yang akan terus menerus memberontak dan menggelorakan sanubari ini.



Kugeser arah duduk ku, sembari mengambil sebuah catatan kecil, lengkap berserta pena berwarna biru, dari dalam tas hitam yang mempunyai corak merah sebagai pemanis. Hari ini tepat pukul 09.00 WIB, di bandara Internasional Soekarno Hatta, ku mulai menggoreskan pena ini, goresan yang ke 240 akan kembali aku ukir dan kudedikasikan untuknya. Pagi ini tepat sudah 5 tahun, dimana dia meninggalkanku dalam sunyi, sepi dan tersekat oleh kesendirian di negeri ini. Lembar demi lembar catatan kecil ini, mulai terus terangkai dan membentuk suatu sinergi yang saling bertautan satu demi satu dalam setiap minggunya. Tepat pada detik ini pula, pesawat penerbangan ke Perancis itu mulai bergerak dengan perlahan-lahan untuk meninggalkan bumi Indonesia, serta meninggalkan tubuh ini dalam bingkai sepi.



“Ya tepat 5 tahun yang lalu, jam di bandara menunjukkan pukul 09.00 WIB, diiringi cuaca yang sangat cerah dan langitpun sangat membiru, meskipun kelabu ini mulai singgah dan memenuhi hati ku. Tangis yang kusimpan dan kupendam ini, dengan pelan mulai menetes, selanjutnya bulir panas pun dengan deras mengalir menenami kepergiaannya. Hampir semalaman aku menginap di tempat itu, dengan seijin petugas bandara, aku mengatakan ingin menghabiskan air mata ini di tempat itu.



Namun sudah 5 tahun, air mata ini tetap saja tidak mengering, bahkan terus memancar dan mengalir dengan derasnya.


Andai kamu tahu, ditahun kelima ini, aku masih dengan setia mendatangi tempat ini, berharap pesawat itu akan membawamu datang kembali ke negeri ini.


Begitu bodohkah aku selama 5 tahun ini? Dimana setiap minggu nya aku selalu menyempatkan diri ketempat ini, hanya untuk sekedar mengenang dan mengharapkan dirimu datang kembali, meskipun itu hanya untuk memberikan sedikit senyuman mu kepadak

Tidakkah dirimu ingat kepadaku??



Ahh..kenapa juga kamu harus pergi, kenapa juga aku engkau tinggalkan di tanah tumpah darah ini sendirian. Kenapa? Kenapa? dan kenapa?



Tanpa aku sadari, darah ini mulai mengalir dari hidungku, menetes membasahi catatan kecil yang sudah teramat sangat usang dan sudah dipenuhi dengan ribuan isak tangis serta tetesan darah yang dengan nikmatnya keluar dari hidungku. Ya beginilah aku, ketika hati ini mulai lelah akan dirimu, tubuh ini pun tidak kuat untuk menemani ku.



Segera saja aku mengambil tisu berukuran kecil yang mempunyai corak boneka barbie sebagai penghias bungkusnya, untuk sekedar menyeka hidung ini, dengan isak tangis yang masih saja terus mengalir.



Tololkah aku Tuhan? Mengapa Engkau tidak pernah adil terhadapku?



Kenapa rasa ini tetap saja engkau hangatkan, meskipun sudah 5 tahun berlalu. Kenapa? Kenapa tidak Engkau bekukan saja dalam dinginnya Nitrogen di relung pikirku.



Ahhh..kenapa juga aku harus menantimu, tapi…..



Aku harus ada disini, siapa tahu minggu depan kamu akan pulang ke negeri ini dan menemuiku, karena aku percaya itu…



..karena engkaulah aku ada, ya karena dirimulah aku bisa beranjak untuk melepaskan semua belenggu masa lalu, yang dengan kejam tanpa belas kasih membelengguku, merantaiku dan menghempaskanku ke dalam derajat kenistaan.”







Mba..mau pesan Kopi seperti biasanya kah?” tanya perempuan setengah baya kepadaku



Aku pun segera mengangguk tanpa arti, sudah 5 tahun ini aku selalu memesan minuman yang sama kepada pelayan di bandara tersebut, yaitu kopi pahit dengan sedikit krimmer yang dicampurkan diatasnya, dengan perbandingan 2 sendok kecil kopi dan 1 sendok kecil krimmer, diseduh dengan air panas yang disajikan dalam gelas kecil yang terbuat dari kaleng. Ya dari gelas kaleng. Hal itu dikarenakan, aku dengan dirinya selalu menghabiskan waktu senggang dalam mencari ide dan menelusuri semesta pikiran ini, dengan selalu ditemani kopi krimmer yang diseduh dengan gelas kaleng. Gelas kaleng itu pun sengaja aku tinggal ditempat pelayan tersebut, yang dengan setia selalu membawakanku kopi krimmer itu.



Namun, tetap saja ada rasa yang kurang. Rasa kebersamaan itu tetap saja tidak menemani bersamaku. Bahkan ketika tegukan pertama ini mulai masuk dalam kerongkongan, membasahi rongga hati, tangis ini pun meledak, bulir-bulir panas ini mulai berjatuhan membasahi pipi dan menetes sehingga membuat catatan kecil itu semakin kusut.



Masih dalam tangis, aku pun mulai beringsut ke sudut sofa di terminal tiga itu. Nampak beberapa mata menatap dengan rasa iba dan penuh dengan tanda tanya. Tanpa ada suara, tanpa ada nada, hanya desahan nafas yang terasa semakin berat, dan semakin mengikat serta menyekat tenggorokan.



Mata ini terasa semakin berat, berputar, dan menampakkan binar kunang-kunang berwarna kuning keemasan. Masih dalam diam di pojok sofa berwarna merah marun itu, dengan berharap semua kegilaan ini menghilang dengan sendirinya. Namun…tubuh ini menjadi semakin ringan, kaki inipun mulai terasa dingin menggigil, pandangan ini semakin kabur, keringat dingin mulai membasahi semua nya, tangan, tubuh, dan pakaian yang kupakai pun bermandikan keringat ini. Lemah kaki ini tidak mampu untuk sekedar menyangga, bibir ini pun serasa terkatup membisu serta terkunci rapat dalam diam tanpa mampu untuk sekedar meminta bantuan, tangan ini pun seperti terantai oleh dinginnya hawa kematian





Shilla.nama yang cukup singkat kata orang orang.

Aku memang kini sedang menunggunya,walaupun masih dalam keterpurukanku,karna ku percaya dia tak akan berbohong padaku,dia pasti kembali untukku,aku akan tetap menantinya disini.





Dia pergi memang sudah 5 tahun,dan selamas itu juga aku mengidap suatu penyakit.penyakit yang belum ku tahui jenis serta asal mulanya.aku malas memeriksakanya ke dokter,karna aku tahu jika aku telah mengetahui penyakitku semua itu tak akan membuat keadaan lebih baik,semua itu hanya akan membuatku cengeng,aku tak ingin menantinya dengan aliran darah dan air mata.

Entah sudah berapa kubik darah yang keluaran,aku sering kali mimisan,darah segar terus mengalir dari hidungku,sabar.



Senja di taman Viktoria. Walau suasana sore itu tak seindah pemandangan di tepi pantai, yang pasti akan disugukan dengan berbagai keindahan panoramanya, seperti ketika hamparan langit seolah bersepuhkan emas, burung-burung Camar berterbangan ceria di awang-awang, memamerkan keahliannya dalam mengepak sayap, mendaulat angkasa. Atau riuh suara deburan ombak, dan semilir angin sore yang sepoi, atau juga, ketika sang surya perlahan berundur diri, dan dengan santunnya ia tenggelam ke dalam perut bumi, pastinya suasana itu lebih indah dari pada duduk sendirian di taman yang cantik tapi sunyi seperti yang sedang ku lakui sekarang ini di taman victoria jakarta,taman yang baru di buat 6 tahun lalu,taman tempat pertemuan terakhirku denganya,tempat terakhir kali ku lihat lengkungan itu di bibirnya,tempat terakhir ku berbagi derai air mata denganya.

Aku rindu.....

Aku rindu...

Aku rindu....

Aku rindu denganya...

Manis senyumanya...

Suara canda tawanya...

Keceriaan maupun riangnya...

Cara ia membentuk rambutnya.....

"CAKKA WHERE ARE YOU NOW?!ARE YOU NOW????I WAIT YOU AT HERE!!!CAKKA!!!!! "

Ku teriakan kalimat itu untuk sekian ribu kalinya di taman ini,taman victoria,jakarta.





23 februari 2004......(Cuaca hujan deras angin kencang)

Hari ini ulang tahunku yang ke 16 tahun,bukan hal yang indah bagiku,terlalu biasa.

Kemana keluargaku??

AKU TAK MEMILIKI KELUARGA!!

Tak sudi aku melihat batang hidung mereka menampakan wujudnya di depan mataku!!

Bagaimana tidak kecewa,ayahku seorang pembunuh bayaran,sedangkan ibuku?huh...dia wanita simpanan seorang pengusaha kaya di los angles.

Aku KECEWA pada mereka!!

4 tahun lalu aku memutuskan untuk pergi dari rumah dan tinggal sendiri.



Aku juga putus sekolah.

Kadang ku berfikir,aku ini oran bodoh!orang tolol!aku pergi hanya untuk seorang CAKKA,dan juga keluargaku yang begitu HANCUR dan berantakan.

Miris...

Hati ini luka...

Pernah terlintas di fikiranku untuk bunuh diri saja.namun,kalau setiap hari aku terus memikirkan kematian,pertahanan diriku pasti runtuh!aku harus semangat!semamngat untuk cakka!semangat untuk mengubah takdir hidupku



Banyak hal yang tak terduga terjadi dalam hidup ini.kita takkan pernah tahu apa yang terjadi.dalam kondisi seperti yang ku alami,aku tak berani berharap pada masa depan yang masih jauh di hadapan sana.tapi meskipun begitu,setidaknya aku bisa berharap pada hari esok yang pasti akan tiba,aku bisa berharap cakka pasti kembali,aku bisa berharap keluargaku kembali harmoni.





Aku merasa tak berdaya.kalau terus terusan memikirkan penderitaanku,lama kelamaan aku hanya akan merusak diri sendiri aku ingin mati,tapi bagaimana caranya?pernah aku hendak ingin bunuh diri,aku sudah meletakan cutter di atas urat nadiku,tapi miris tanganku ngilu dan lanngsung pingsan.seharusnya saat ini aku sedang menikmati masa muda yang menyenangkan,tapi yang ku dapat justru malapetaka.



Ah,tidak!aku tidak mau mati!aku ingin terus hidup!tapi kalau aku ingin terus hidup,mengapa seolah hanya jalan kematian yang ada di hadapanku?padahal aku ingin berjuang terus hidup dan masih ingin menanti CAKKA..



Sejak aku merasakan sakit itu,tepatnya 4 tahun lalu,banyak hal yang di rampas dari diriku.otot otot tubuhku melemah,aku tidak bisa lagi berjalan,bahkan fungsi pancaindraku terasa menurun drastis.tapi penyakitku ini bagai sebuah lelucon yang sangat tidak masuk akal,coba bayangkan,pagi kemarin aku pingsan di bandara dan orang orang di bandara membawaku ke rumah sakit,dan sekarang aku sembuh begitu saja tanpa alasan yang jelas.





Bunga dandelion..mungkin asing di telinga kalian,tapi tidak untukku,itu bunga yang hanya tumbuh di jepang,orang misterisu itu mengaku bernama alvin,alvin bilang dia bersahabat dengan cakka,alvin bilang dia dulu menitip pesan pada alvin bahwa setiap minggu harus mengirimkan bunga dandelion padaku.

Alvin seorang pemuda jepang,tak pernah ku lihat wujudnya,anehnya dia tau banyak tentang diriku.

Melalui surat surat yang ia kirim,ia mengirimkan kata kata mutiara,dia menyemangatiku,dia memberikan suport untukku,dia menulis surat dan selipkan setangkai bunga dandelion khas jepang itu.

Bunga dandelion begitu indah,warna hijau berkelap kelip,indah sekali,hatiku terasa tenang bila bersama dengan bunga itu dan surat ALVIN.





Jika tuhan berikan kesempatan untuk hidup satu kali lagi dan berikan kesempatan padaku untuk menentukan takdirku,aku akan memilih takdir menjadi bunga dandelion...



Tahun kedelapan aku menunggu cakka,aku masih setia untuk datang ke bandara.

Aku menaiki kendaraan umum untuk menuju bandara,di angkot pandanganku mulai buram,tangan kakiku seakan beku,leherku bagai di cekik..





Aku tak tau berapa lama aku pingsan,ketika aku sadar aku ada di rumah sakit bersama..



"Ayah?!bunda?!"



"Shilla,maafkan bunda,bunda mohon kamu jangan menyiksa diri kamu sendiri,ayah dan bunda sejak lama mencari kamu nak,kamu kemana saja?"



"Masih bisa memikirkan shilla?heuh,bukanya bunda sedang sibuk bersama laki laki kaya itu"kataku membuang muka mataku mulai menammpakan kristal kristal beningnya.



"Shilla,maafkan ayah juga,ayah sudah menjadi ayah yang tidak baik untuk kamu,ayah mohon berikan ayah kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki hidup kamu dan menjaga kamu"



"Terimakasih,saya tidak butuh orang tua seperti anda berdua.pergi sekarang juga,saya muak melihat wajah anda" kataku dingin



"Tapi shill bunda ayah.."



"KELUARRR!!!!!!!!!!!"Teriakku,mereka berdua keluar dan...



"Shilla.."



"Siapa kamu?!"



"rio" mendengar namanya aku terdiam,tak perduli.



"Kakaknya cakka"wajahku yang tadi membuang jadi menatapnya serisu,aku langsung melontarkan jutaan pertanyaan padanya.



"Cakka kan ga punya kakak!kamu siapa?!jangan coba coba bohong!galucu1"



"Aku kakak sepupunya"katanya lembut,aku terdiam merassa bersalah sudah membentaknya tadi.



"mau tau penyakit kamu shil?"


"Ntar ntar ntar,aku kok bisa ada di rumah sakit?terus ayah bunda ngapain mereka disini?terus semua ini hubunganya tuh apa?"


" tadi di jalan acha,nemuin kamu lagi pingsan "


"Acha itu siapa?darimana orang tuaku bisa tau?"



"Acha adikku,orang tua kamu?ya tau dari aku lah.."



"Shill,kamu punya penyakit perenggangan otot syaraf tulang belakang,begitu kata dokter"



Aku tertegum sebentar,aku tak menyangka,separah itukah penyakitku selama ini?astaga tuhan begitu berat cobaan yang kau berikan untukku,ku mohon usailah mimpi buruk ini.





Minggu,18 agustus 2010,



Tahun ke empat aku di rawat di rumah sakit,usia ku pun kini menginjak 19 tahun.aku ingat hari ini ulang tahun cakka.

'Happy birthday cakka' sudah 9 kali aku ucapkan ini sendiri tanpa kehadiranya.

Hari ini di rumah sakit,aku ingin tidur,tidur dan tidur,dan saat aku bangun nanti aku berharap ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang tiada berujung.





3 tahun berlalu...





Rio menghiasi hari hariku,sudah 3 tahun juga aku tidak mendapat surat dan bunga dandelion dari alvin lagi,aku rindu aroma bunga dandelion...







Malam ini aku tidur,dalam mimpiku ada seorang malaikat bilang..



' Hidupmu sebentar lagi,manfaatkan sisa sisa waktu terakhirmu untuk membahagiakan orang orang di sekitarmu '





seperti Mendengar perkataan malaikat ,keseokan harinya aku meminta kepada rio untuk keluar dari rumah sakit dan pergi ke jepang.namun rio tak mengizinkanya.

Aku langsung kejang kejang mendengar ketidak izinan rio,smua orang cemas dan bahuku terasa berat,nafasku tersendat di bagian dada,kaki tanganku kaku sekali,aku fikir inilah kematian,akhir dari penderitaan hidupku seperti yanng di katakan malaikat itu di mimpiku,ternyata tuhan masih memberikan kesempatan padaku untuk mewujudkan keinginan terakhirku yaitu ke jepang bertemu dengan alvin,dokter bilang aku harus di rawat di rumah sakit internasional di jepang,rio bilang sejauh apapun seberapapun biayanya dia akan tetap membawaku biar ke ujung dunia asalkan aku bisa sembuh.

Dan kali ini jepang..

Setibanya di bandara YUKIKOZAIMATU..



"Udara jepang...."Kataku menghela nafas,walau sampai masih dengan kursi roda dan di hanya di temani rio seorang..



"Shill,sekarang kita harus ke rumah sakit itu ya supa kamu cepet dapet pengobatan yang terbaik"



"Yo,aku mohon,satu permintaan lagi,satuuuu aja"kataku merengek pada rio



"Huh...yaudah,apaan?"



"kita ketaman bunga dandelion..."



"Bunga dandelion??"Katanya,aku mengangguk dengan senyuman yamg terangkai di bibirku yang sudah mulai membeku lagi.



"Emang ada di jepang?bukanya itu buka khas perancis ya shill?"



"Hah?perancis?enggak kok itu dari jepang,dulu alvin sering ngirimin bunga itu ke aku"



"Hhmm..nanti deh coba aku cari"



"Kok di cari?akukan mau ke tamanya"



"Enggak shill kamukan ksni untuk berobat bukan untuk wisata,kamu ke RS dulu baru nanti aku cariin bunga dandelionya ya"



"Yahhh.."Kataku memelas...



Di perjalanan menuju rumah sakit,aku merasakan hal itu lagi,dada sesak,mataku tak dapat bergerak,kaki tanganku berat...



" Sakit..sakit..."Rintihku



"Sabar ya shill..aku udah ngebut"kata rio makin keras menginjak gas mobilnya





Di rumah sakit AINAWAHINMEI jepang...



Aku KOMA,antara hidup dan mati,tim dokter jepang pun angkat tangan mengenai penyakit ku,rio bersedih,tapi masih ada satu rumah sakit di perancis...tanpa basa basi dan mengenal biaya maupun waktu rio langsung membawaku yang dalam keadaan tidak sadar terbang ke perancis,tidak naik kapal,kereta,ataupunpesawat tapi naik helikopter,rio menyewa helikopter demi kesembuhanku,demi berangkat ke perancis..



Di perancis..

Aku masih dalam keadaan tidak sadar,puluhan petugas rumah sakit mengangkutku turun dari helikopter,dengan tubuh di selimuti dengan rangkaian alat alat kedokteran,mata di plester,dan telinga di sumbat kapas..bagaikan mayat hidup..





Di rumah sakit...

Ternyata tim dokter perancispun menyerah akan penyakit ganas yang sudah meradang di tubuhku,kini aku benar benar siap untuk mati,memang tak ada harapan,tuhan tak mengizinkan aku bertemu cakka ataupun alvin sekalipun,rio begitu terpukul akan kata kata dokter



"Ini waktu waktu terakhirnya,silahkan bahagiakan dia"kata dokter pada rio,rio meremas remas rambutnya,ia mengepalkan tangan,lalu ia masuk ke dalam ruang kamarku.



"Yo..."Aku melihat dia memejamkan matanya,aku sudah sadar,tapi sadar untuk sebentar dan akan tidur kembali..



"Yo,makasih ya"



"Untuk?"Butiran kristal mulai terlihat jatuh dari mata indahnya



"Rio..aku mau ketaman dandelion.."





Di taman dandelion...



"Aku udah menuhin ini shill..permintaan terakhir kamu...BUNGA DANDELION...."



"Makasih RIO...........teriakku sambil meniupkan kuncup kuncup bunga dandelion yang bertebaran bagai bulu kapuk di ladangnya...

Aku melihat cahaya di atas langit..biar kini aku duduk di kursi roda aku mencoba bangkit untuk berdiri....rio menganga..



"Shilla..kamu..kamu bisa berdiri?"Aku tersenyum,aku memeluk erat rio dan kemudian terbang bersama cahaya putih itu.......







---------------------



ini sih udah jadul banget tahun 2010 gue buatnya -_-V ada beberapa alur yang nyontek dari buku perpustakaan hehe.oke ini lebay mode on -_- keep coment :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar