Senin, 23 Mei 2011

GARUDA SANG JUARA SEJATI -cerpen

Garuda di dadaku

Garuda kebanggaan ku

Ku yakin hari ini..

Pasti menang...!!!!





Aku sedang melihat adikku si kecil rio bermain bola di taman belakang rumah.aku ingin sekali bergabung dengannya,mengajarinya berbagai gerakan,berlari,melompat.tapi apa daya,kakiku saja tak berfungsi,berdiri saja aku tak mampu,aku ini memang tidak berguna.



Ohiya kenalkan aku alvin.aku memiliki seorang adik laki laki dan seorang adik perempuan.sekarang aku kelas 2 SMA sekarang dan rio kelas 2 SMP,sedangkan sivia adikku yang paling kecil kelas 5 SD.aku kehilangan kakiku bersamaan dengan kehilangan ayahku tercinta,ketika itu aku dan ayah akan melihat pertandingan bola di gelora bung karno,yaitu indonesia VS malaysia.tapi naas mobil yang kami tumpangi remnya blonk,dan kami menabrak pohon,kakiku memang masih berwujud,sayangnya urat urat syaraf nya sudah tidak befungsi lagi,sama seperti jantung ayah yang sudah mati.aku dan ayah adalah penggemar bola,setiap ada pertandingan di GBK kami pasti selalu nonton,dan sampai akhir hidup ayahpun kami hendak menonton pertandingan bola itu,indonesia VS malaysia,aku bersumpah atas nama ayahku bahwa suatu hari nanti aku akan berdiri di tengah lapangan hijau,di tengah sporter garuda,di tengah sorak sorai para penonton dengan baju garuda di dadaku.tapi semua itu seakan musnah,seakan hancur,seakan terbang.kecelakaan itu sudah merenggut 2 hal terpenting dalam hidupku,kakiku dan ayahku.



ibu lebih menyayangi rio dan sivia ketimbang aku,fikirku mungkin karna aku sudah besar atau karna aku lumpuh dan tak berguna?



Demikian dengan rio dan sivia,mereka agak sensitif padaku sebagai kakaknya,tapi bagaimanapun juga mereka berdua adalah adikku,aku sayang mereka.



Seperti biasa pagi ini,aku,rio dan sivia berangkat sekolah,di antar oleh supir.aku menaiki mobil,rio duduk di depan sedangkan aku dan sivia di belakang,rio memutar lagu dengan volume full paling keras,sehingga membuat telingaku tak dapat mendengar apa apa lagi selain suara musiknya itu.



Di tengah perjalanan aku merasa pak budi,pak supir kami seperti ngantuk,kehilangan kendali atau apapun itu.mobil kami mulai membelok belok.



"Ada apa ini?!"Rio panik



"Ga tau den,mobilnya ga bisa di rem!!"Jawab pak budi sambil mencoba menginjak keras remnya



"Ahhh kalo gabisa nyetir gausah jadi supir!sini gue yang nyetir!"Kata rio langsung merebut setiran



"Eh jangan den,nanti nabrak!"Kata pak budi,kini rio dan pak budi berebutan stir mobil,sivia hanya menundukan kepala rasa cemas.





Aku merasakan ini,hal yang sama ketika mobil yang di tumpangi ku dan ayah bertabrakan.kepalaku pusing,pandanganku kabur,aku seperti...seperti..seperti melihat masa laluku,suara sorak sorai penonton.



Aku segera mengambil kertas dan pulpen dari tas ku,ku robek secarik kertas dari bukuku.



"Waktunya ga akan lama lagi" gumamku dan...









"DUARRRRRRRRRRR!!!!!"Mobil kami tergelincir ke jurang dengan posisi terbalik,untung kertas tadi sudah ku masukan dalam saku baju seragam ku.aku tau ini akhir hidupku.aku,sivia dan pak budi sudah tak bisa bergerak lagi,kepala kami di lucuti darah,sedangkan rio,tanganya terjepit tapi dia masih hidup bahkan dia masih bisa bicara.



"Tolong!!!tolong!!!!" Saksi mata yang melihat langsung membawa kami berempat ke rumah sakit.



Namun naas,pak budi dan sivia tidak dapat tertolong lagi.sedangkan aku sedang di pancing jantungnya di ruang UGD,namun apa daya tuhan sudah berkehendak dan dia katakan dia lebih cinta padaku,maka dari itu tuhan ingin cepat cepat bertemu denganku di surga.dokter melihat secarik kertas yang ada di saku ku,dia ambil kertas itu dan di berikan pada mama.yang isinya..



"Jika aku mati,tolong berikan jantungku atau segala organ tubuh yang rio butuhkan,silahkan ambil dari ragaku.dan aku ingin rio mewujudkan mimpiku dan mimpi ayah,jadilah seorang pemain bersejarah stricker andalan indonesia dan kalahkan malaysia.impianku dan ayah..





Salam sayang -alvin- " mama tertunduk lemas,dia menyatukan lututnya kelantai.saat itu rio kejang kejang,dokter bilang rio harus segera mendapat donoran jantung,sesuai wasiatku,akhirnya operasi dilaksanakan kala itu juga,kini jantungku sudah tertanam di tubuh rio.





7 tahun kemudian...





"YEAH!!!!!!!!INDONESIA MENANG!!!"Teriak pak ketua RT.



"Siapa yang nyetak goal selama pertandingan?"Tanya sang wakil



"Itu lho,anak muda berbakat,namanya mario stevano sidunatha"



"Iya yah dia keren banget"jawab sang putra pak RT.







Di GBK.



"Kak alvin!!!!aku bisa kak!!!aku bisa menangin pertandingan!!!aku udah jadi stricker!!!!!garuda di dadaku kak!!!!aku menang lawan malaysia!!!aku nyetak goal kak!!!!!!"Teriak rio di tengah lapangan GBK.seisi GBK kini tengah bahagia dan bersorak sorai atas kemenangan indonesia.





Aku tau mungkin aku tak bisa mewujudkan impian ayah dengan menjadi stricker andalan indonesia tapi aku buktikan,tak hanya kaki yang bisa,kini jantungkupun bisa merasakan aroma kemenangan,aroma berdiri di tengah lapangan hijau GBK,aroma mencetak goal dan kalahkan malaysia.



Juara sejati tidak perlu kaki untuk menang...

Juara sejati tidak perlu dukun untuk menjatuhkan lawan..

Juara sejati tidak pernah bermain curang dan slalu sportif..



Itulah adikku,mario stevano sidunatha.memang dulu dia benci padaku tapi aku telah buktikan dan tunjukan pada dunia bahwa aku cinta adikku dan aku cinta indonesia!aku rela memberikan jantungku pada adikku karna ku tau biarpun aku mencium seluruh telapak kaki manusia dan presiden sekalipun,aku takkan bisa mencetak goal HALAL seperti adikku dan jantungku lakukan.aku bangga punya rio.rio kakak dan ayah tersenyum melihatmu disini,sampai bertemu di surga,terus berjuang,semangat,pantang menyerah,kalahkan negara lain,ku do'akan indonesia kan masuk piala dunia suatu hari nanti.aku yakin itu,dan aku yakin nama adikku akan tercatat di buku sejarah indonesia.kakak sayang rio.



--------------------------------------------------------------------------------------



ini juga udah lama wkwk.pas indonesia VS malaysia -_-V pisslop saya cuma penulis amatiran;;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar